UEFA Membantah Keterlibatan Infantino

UEFA serta membantah dugaan keterlibatan Infantino dalam masalah tersebut. “Gianni Infantino menandatangani kontrak tersebut lantaran ia yakni salah satu direktur UEFA yg dikasih kuasa menandatangani kontrak. Itu telah jadi standar mekanisme kami,” kata perwakilan UEFA dalam opini tersebut. Secara kebetulan, salah satu perusahaan yg berhubungan erat bersama Hugo & Mariano Jinkis diwakili oleh firma hukum Juan Pedro Damiani.

Kemudian faktor tersebut dapat diputuskan tim penilai apakah butuh perbuatan lebih lanjut,” sambungnya. Komite patuh aturan bakal membahas kasus Balotelli ini pada hari Kamis tanggal 6 Oktober 2016 kemarin. Nice menginginkan Balotelli terlepas dari sanksi & mampu tampil disaat melawan Lyon kepada 15 Oktober 2016.

Berikut ini yaitu sekian banyak factor yg butuh didapati berkaitan Infantino: Siapa Infantino? Nah untuk Infantino sendiri lahir di Brig, Swiss, pada tanggal 23 Maret 1970. Akan tetapi meski lahir di sana, keluarganya berasal dari Italia.

Kapan Kariernya Dimulai?
Berbakal gelar Sarjana Hukum dari Universitas Fribourg, Infantino bekerja yang merupakan sekretaris jenderal International Centre for Sport Studies (CIES) di Universitas Neuchatel. Dia pula jadi penasehat utk Federasi Sepak Bola Italia, Spanyol, & Swiss. Infantino gabung ke UEFA kepada Agustus 2000 utk mengurusi masalah hukum dalam sepak bola.

Ia naik pangkat menjadi Direktur Urusan Hukum selang empat thn setelah itu. Pada 2007, Infantino dipromosikan jadi wakil sekretaris jenderal UEFA. Dua thn berselang, cowok berkepala botak ini diakui menduduki jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen). Apa Kelebihannya? Infantino menguasai lima bahasa. Selain Prancis & Inggris, beliau serta fasih bertutur dgn bahasa Jerman, Spanyol, & Italia.

Damiani yakni anggota Komite Etik FIFA yg namanya pun muncul dalam Panama Papers. Kemunculan nama Damiani cuma satu hri sebelum nama Infantino mencuat dalam kasus tersebut. Panama Papers adalah hasil investigasi tatkala satu th oleh Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ), harian Jerman Sueddeutsche Zeitung, & banyaknya alat yang lain. Dari dokumen tersebut ketahuan bahwa jumlahnya pihak, seperti politikus, artis, konglomerat, & atlet mendirikan perusahaan fiktif utk menghindari pajak. Baca pula artikel kami lainnya